4 Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Maut Exit Tol Bawen

Picsart 23 09 24 09 14 42 250 768x549 1

SEMARANG, Lingkar.news – Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra memberikan pernyataannya terkait kecelakaan di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang pada Sabtu, 23 September 2023 sekitar jam 18.35 WIB.

AKBP Oka mengatakan bahwa kejadian laka maut itu tepatnya terjadi pada jam 18.35 WIB di Simpang Bawen atau traffic light Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang.

“Laka menonjol ini disebabkan oleh satu kendaraan KBM truk berwarna merah, dengan nopol AD 8911 IA yang melaju dari arah Bawen atau Kota Semarang menuju Kota Salatiga yang mengalami rem blong dan menabrak kendaraan yang ada di depannya yang tengah berada di traffic light Exit Tol Bawen,” katanya, saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu, 23 September 2023.

AKBP Oka menjelaskan, ada sekitar empat sampai lima kendaraan yang dihantam oleh truk tersebut.

“Kami dari Polres Semarang dan Satlantas Polres Semarang sudah melakukan penanganan di lokasi terjadinya kecelakaan ini, sehingga arus lalu lintas sudah lancar, hanya tersisa pembersihan lajur saja,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, jika ditotal keseluruhan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu ada 4 mobil dan 9 sepeda motor.

“Jadi saat rem di truk itu blong, langsung menghantam 4 sampai 5 kendaraan di depannya, dan menyebankan kecelakaan karambol dengan total kendaraan yang terlibat yakni ada 9 motor dan 4 mobil. Dan saat ini kami akan menggali informasi dari supir dan kenek truk itu dulu, terkait kejadian ini, dan supir dan keneknya saat ini kami amankan di Polsek Bawen,” pungkasnya. 

Pascakecelakaan, Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra, mengkonfirmasi ada satu lagi korban meninggal dunia.

Ditemui di Rumah Sakit Attin, Bawen, AKBP Oka mengatakan bahwa korban tabrakan di Exit Tol Bawen bertambah satu orang, sehingga total korban tewas berjumlah 4 orang.

“Saya dapat informasi di awal ada tiga yang meninggal dunia, ternyata bertambah satu orang yang meninggal dunia di rumah sakit. Jadi total empat orang yang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, korban yang mengalami luka berat ada 7 orang sedangkan korban dengan luka ringan ada 11 orang.

“Yang luka berat ada 7 orang, dan luka ringan 11 orang, dan ada 3 orang dirujuk ke RS Ken Saras dan ke 15 korban yang lainnya dirawat di RS Attin,” sebutnya.

Saat ini jajaran Polres Semarang sudah menahan kernek dan sopir truk yang memicu terjadinya kecelakaan karambol tersebut.

“Identitas korban masih didata, sedangkan sopir sedang kita mintai keterangan, dan nanti kita akan proses,” imbuhnya.

Adapun identitas sopir truk ini diketahui bernama Agus Riyanto (44) warga Klepu Krajan, RT 03 RW 01, Klepu, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur.

Sementara itu, kesaksian salah satu warga, Samsul mengungkapkan bahwa setelah kejadian, ia langsung membantu evakuasi korban yang tergeletak.

“Saya dan warga lain disini bantu evakuasi korban yang tergeletak. Tadi ada 4 korban yang kami evakuasi, 3 perempuan dan 1 laki-laki, yang korban perempuan tadi langsung minta tolong sama kami,” kata Samsul.

Dalam peristiwa tersebut, Samsul mengungkapkan ada 4 mobil dan 4 motor yang dievakuasi warga sekitar.

“Ada lagi 2 motor yang dalam keadaan terbakar, karenakan pas kejadian itu traffic light menyala lampu warna merah, jadi kendaraan-kendaraan tersebut memang pas waktu pada berhenti, karena merah,” bebernya.

Dalam kecelakaan maut itu, total ada 4 mobil dan 9 kendaraan roda dua yang terhantam truk tronton muatan kosong itu. Bahkan usai hantaman yang keras itu, terdapat ledakan dan kepulan asap saat kecelakaan beruntun itu terjadi.

Dikatakan oleh pengendara sepeda motor yang melintas, yakni Wawan bahwa saat kejadian ia tengah bersama temannya melaju dari arah Salatiga ke arah Semarang, atau arah berlawanan saat peristiwa itu terjadi.

“Sempet lihat ada api juga tadi muncul abis tabrakan, dari beberapa kendaraan,” katanya.

Ia juga melihat banyak korban yang tergeletak di traffic light tersebut, pasalnya di waktu kejadian merupakan jamnya dimana banyak orang-orang tengah pulang bekerja, serta kebanyakan yang berhenti adalah pengendara sepeda motor.

“Ada yang sendirian dan ada yang berboncengan. Tapi rata-rata korban tidak bergerak yang saya lihat. Dan  kebanyakan perempuan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, bahwa korban dari empat mobil tersebut ditemukan dalam kondisi kritis dan mengalami luka akibat hantaman truk dari belakang, namun ada yang berhasil keluar saat mobil terguling itu. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Koran Lingkar)