BKPP Pati Ogah Temui Massa Ormas Mantra saat Didemo soal Rekrutmen PPPK

BKPP Pati Ogah Temui Massa Ormas Mantra saat Didemo soal Rekrutmen PPPK

PATI, Lingkar.news – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati tidak mau menemui ratusan massa dari Ormas Mantra yang demo di depan kantor BKPP, pada Senin, 9 Oktober 2023.

Hal ini menjadikan dugaan adanya kecurangan dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui BKPP semakin kuat.

Ketika demo berlangsung, pintu gerbang kantor BKPP Pati tertutup rapat dengan penjagaan pihak kepolisian. Para pegawai BKPP terlihat sembunyi dibalik pagar.

Sedangkan Kepala BKPP Pati, Saiful Ikmal tidak juga menampakkan diri. Hanya Sekretaris BKPP Pati, Rizki Hermanu yang terlihat ada di dalam kantor menyaksikan massa yang menyuarakan tuntutan.

Ketua Umum Mantra Cahya Basuki merasa kecewa. Ia pun semakin yakin bahwa dugaan dari pihaknya selama ini benar, dan soal kecurangan yang ada di internal BKPP terkait penerimaan pegawai pemerintah.

Namun, ia mengaku tidak peduli dengan sikap BKPP yang tidak menghiraukan massa. Jika nantinya memang tidak ada titik temu antara pihaknya dengan BKPP, ia bakal mengerahkan massa yang lebih banyak lagi agar BKPP mau terbuka.

“Kantor ditutup kami tidak peduli, mereka mau dengar atau tidak kami tidak peduli. Kami sangat kecewa, makanya kami demo. Kalau tidak, ngapain kita demo. Makanya, kami ormas yang punya hak sosial kontrol. Diminta konfirmasi baik-baik juga tidak mau, makanya kita demo,” tahap pria yang akrab disapa Yayak Gundul ini.

Yayak khawatir, jika BKPP selalu tidak membuka formasi PPPK untuk THL Teknis, bisa menjadikan THL Teknis selalu merasa dianaktirikan. Terlebih, di kabupaten lain seperti Rembang, Demak, maupun Blora membuka formasi PPPK untuk THL Teknis.

Kecurigaan semakin kuat lantaran pihaknya (Ormas Mantra) mendapat laporan akan adanya keluhan dari THL Teknis yang merasa tidak adil dengan BKPP yang hanya membuka formasi untuk nakes dan guru.

“Memang di Pati ini bobrok. Saya dapat info THL ini hampir 10.000. Kalau PPPK hanya 600 orang, berapa tahun akan selesai. Apalagi setiap tahun THL ini terus bertambah,” tandasnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkar.news)