Buka Kongres ke-23 PGRI, Ini Pesan Jokowi Soal Pembangunan Indonesia Emas

Buka Kongres ke 23 PGRI Ini Pesan Jokowi Soal Pembangunan Indonesia Emas

JAKARTA, Lingkar.news Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya peran guru dalam mewujudkan Indonesia Emas saat membuka Kongres Ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2024.

“Bapak ibu guru yang saya hormati, saya tidak pernah bosan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kesempatan emas, kesempatan besar untuk melompat menjadi negara maju dalam tiga periode kepemimpinan nasional ke depan,” kata Presiden Jokowi, Sabtu, 2 Maret 2024.

Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi negara maju, yakni pada 2045 atau disebut Indonesia Emas yang dapat diraih dalam tiga periode kepemimpinan nasional.

Menurut Presiden Jokowi, perhitungan Indonesia menjadi negara maju bukan berasal dari perhitungannya, melainkan sejumlah lembaga nasional maupun internasional, seperti Bappenas, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), International Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia.

Dengan kesempatan besar itu, sambungnya, Indonesia tidak boleh terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah.

Kepala Negara menekankan agar jangan sampai Indonesia seperti sejumlah negara di Amerika Latin yang masih terjebak menjadi negara berkembang sejak 1950-1970, bahkan ada yang masuk menjadi negara miskin.

“Jangan sampai itu terjadi di negara kita Indonesia. Kita harus gunakan kesempatan ini untuk maju melompat menjadi negara maju, yaitu ketika kita mendapatkan yang namanya bonus demografi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk melompat menjadi negara maju, kuncinya memiliki bonus demografi dengan generasi muda yang berkualitas dan produktif.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi berpesan kepada para guru bahwa pendidikan SDM, pembangunan SDM sebagai penting, baik dari segi kemampuan maupun karakter. Pada akhir sambutan, ia mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan PGRI untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru, serta menghasilkan generasi muda yang unggul dengan karakter kebangsaan yang kuat. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)