Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Harap Ulama Jadi Penengah di Tahun Politik

Ketua DPRD Jepara Gus Haiz Harap MUI Jadi Penengah di Tahun Politik

JEPARA, Lingkar.news Suasana politik Pemilu 2024 kian panas, isu agama mulai hangat dibicarakan. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif tidak ingin adanya politik identitas. Ia berharap, politisi tidak menggunakan isu agama untuk kepentingan politiknya.

“Kita berharap Pemilu nantinya berjalan dengan aman, tertib, dan tetap menjaga persatuan baik sesama umat maupun antar umat beragama,” kata Gus Haiz sapaan lekat Haizul Ma’arif, saat menghadiri Rapat Koordinasi Deklarasi Pemilu Damai bersama MUI Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Minggu, 4 Juni 2023.

Gus Haiz meminta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang merupakan lembaga pelayanan umat untuk bersikap netral dan menjadi penengah di tahun politik yang mulai memanas.

“Peran MUI sebagai ulama harus mampu menjadi penengah, di tengah isu politik agama yang mulai memanas ini. Kita ingin suasana politik tetap dingin, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” harapnya.

FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif (keempat kiri) foto bersama dengan seluruh peserta Rapat Koordinasi Deklarasi Pemilu Damai bersama MUI Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (Tomi Budianto/Lingkar.news)

Lebih lanjut, Gus Haiz juga mengingatkan agar tidak terjadi polarisasi, penggunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye harus dicegah. Sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kemaslahatan umat, MUI diminta dapat turut berperan menghadapi berita hoaks yang memecah persatuan dan kesatuan.

“Mari bersama-sama kita beri pendidikan politik kepada masyarakat. Pemilih harus kita sadarkan bahwa Pemilu sangat menentukan nasib bangsa dan daerah lima tahun ke depan. Jadi, mereka akan menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. Bukan karena politik uang,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Haiz juga berpesan kepada masyarakat Jepara untuk menghindari kampanye hitam, sehingga nantinya tidak menimbulkan gesekan antarkubu.

“Kita tidak ingin timbul gesekan antarkubu kontestan Pemilu. Kalau sudah cocok dengan kontestan tertentu, sampaikan saja kebaikannya. Jangan ada black campaign,” pungkasnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Koran Lingkar)