Petugas Pemilu 2024 di Malang Cek Kesehatan Usai Pemungutan Suara

Template LJ LN 6

MALANG, Lingkar.news Kepolisian Resor Kota Malang Kota menggelar pengecekan kesehatan terhadap para petugas yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Jumat, 16 Februari 2024.

“Pengecekan kesehatan dilakukan terhadap seluruh petugas, bukan hanya TNI-Polri, tapi juga petugas PPK, Panwas, Linmas dan semua terlibat dalam penyelenggaraan pemilu,” Kapolesta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di Kecamatan Blimbing, Kota Malang untuk personel Polri, TNI, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas (Panwas) hingga personel perlindungan masyarakat (Linmas).

Para petugas Pemilu 2024 dicek tekanan darah, jantung, gula darah dan lainnya. Kemudian, para petugas Pemilu 2024 tersebut juga diberikan multivitamin untuk menjaga imunitas tubuh.

Buher, sapaan Kapolresta Malang, menjelaskan dari hasil pemeriksaan tersebut ada sejumlah petugas yang sebelumnya diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan. Hal itu diketahui dari pemeriksaan medis para personel tiga pekan sebelum melakukan pengamanan di TPS.

“Memang di antara seluruh petugas ada beberapa yang memiliki penyakit bawaan, seperti di kami, Polresta Malang Kota dari 550 personel yang bertugas, ada sekitar 144 personel yang memiliki riwayat penyakit,” terangnya.

Bakti kesehatan tersebut, lanjutnya, melibatkan Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian (Dokkes) serta Dinas Kesehatan Kota Malang, termasuk para relawan.

Sementara itu, anggota PPK Blimbing Eko Wahyu mengaku bersyukur adanya pemeriksaan kesehatan yang digelar Polresta Malang Kota mengingat intensitas kegiatan selama proses Pemilu 2024 cukup padat.

“Ini sangat penting bagi kami, untuk mengetahui kondisi kesehatan dengan kegiatan yang cukup padat ini,” ucapnya.

Di Kota Malang, tercatat ada sebanyak 651.758 Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024, dengan rincian sebanyak 319.278 laki-laki, dan 332.480 perempuan. Jumlah DPT itu naik dibandingkan pada 2019, yang kurang lebih sebanyak 622 ribuan pemilih. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)